Translate
Sunday, September 8, 2013
Friday, September 6, 2013
Cara Pembuatan Pupuk Organik Dari Urine Kelinci
Cara Pembuatan Pupuk Organik Dari Urine Kelinci
I.
PENDAHULUAN Pada dekade terakhir ini banyak petani mengeluh tentang tingginya harga sarana produksi terutama pupuk kimia, banyak petani yang tidak mampu lagi untuk membeli pupuk kimia, sehingga produksi hasil usaha taninya rendah.
Sebagai alternatif untuk mengatasi masalah tersebut petani memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang. Kedua jenis pupuk itu adalah limbah organik yang telah mengalami penghacuran sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. Namun limbah organik seperti sisa-sisa tanaman dan limbah ternak tidak bisa langsung diberikan ke tanah, harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu.
Limbah cair urien kelinci sementara ini banyak tidak digunakan oleh para peternak kelinci, padahal urine (kencing ) kelinci yang sudah diolah menjadi pupuk organik cair, tidak hanya bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan mengembalikan kesuburan lahan, tetapi dapat juga untuk mengurangi biaya yang harus dikeluarkan dalam kegiatan usahatani. Bahkan bila hasilnya dalam jumlah banyak, tidak hanya untuk kebutuhan sendiri, akan tetapi dapat juga dijual untuk menambah pendapatan.
Berikut ini kami sajikan bagaimana mengolah limbah cair dari air kencing atau urien kelinci yang dapat dibuat untuk bahan baku pupuk organik yaitu sebagai pupuk organik cair.
II. BAHAN DAN ALAT
A. Bahan :
1. Urin Kelinci : 100 liter
2. Laos / Lengkuas : 5 kg
3. Temu ireng : 5 kg
4. Jahe : 5 kg
5. Kencur : 5 kg
6. Kunyit : 5 kg
7. Daun Sambiloto/Mimbo : 5 kg
8. EM4 : 200 – 400 cc
9.
Mikroba Probiotik : 300 cc
10. Limbah ikan keringTerasi : 2 kg
11. Tetes tebu : 2 liter
B. Alat :
1. Pisau
2. Alu dan Lumpang
3. Penggiling daging
4. Drum Plastik
III. CARA MEMBUATNYA
1. Semua empon-empon diiris-iris pakai pisau kemudian ditumbuk bersamaan dengan daun sambiloto / mimbo..
2. Sesudah ditumbuk kemudian digiling
3. Masukan urin kelinci dalam drum yang sudah disiapkan.
4. Masukan semua empon-empon, tetes, EM4, limbah ikan/terasi dan mikroba probiotik (Azotobacter). Aduk sampai rata kira-kira ½ jam.
5. Tutup drum dan diamkan. Letakan drum di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan curah air hujan langsung.
6. Setiap hari aduk dua kali dan tutup kembali.
7. Dalam waktu sekitar 1 bulan, campuran air kencing kelinci sudah jadi dan dapat digunakan untuk pupuk organik cair.
IV. CARA PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI PLUS
250 ml pupuk organik cair urien kelinci plus dicampur dengan 14 liter air bersih, dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman.
Selain dapat memperbaiki struktur tanah, pupuk organik cair urin kelinci Plus bermanfaat juga untuk pertumbuhan tanaman, herbisida pra tumbuh dan sekaligus dapat mengendalikan serangan hama penyakit. Mengusir hama tikus, walang sangit dan serangga kecil pengganggu lainnya
10. Limbah ikan keringTerasi : 2 kg
11. Tetes tebu : 2 liter
B. Alat :
1. Pisau
2. Alu dan Lumpang
3. Penggiling daging
4. Drum Plastik
III. CARA MEMBUATNYA
1. Semua empon-empon diiris-iris pakai pisau kemudian ditumbuk bersamaan dengan daun sambiloto / mimbo..
2. Sesudah ditumbuk kemudian digiling
3. Masukan urin kelinci dalam drum yang sudah disiapkan.
4. Masukan semua empon-empon, tetes, EM4, limbah ikan/terasi dan mikroba probiotik (Azotobacter). Aduk sampai rata kira-kira ½ jam.
5. Tutup drum dan diamkan. Letakan drum di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan curah air hujan langsung.
6. Setiap hari aduk dua kali dan tutup kembali.
7. Dalam waktu sekitar 1 bulan, campuran air kencing kelinci sudah jadi dan dapat digunakan untuk pupuk organik cair.
IV. CARA PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI PLUS
250 ml pupuk organik cair urien kelinci plus dicampur dengan 14 liter air bersih, dan semprotkan pada seluruh bagian tanaman.
Selain dapat memperbaiki struktur tanah, pupuk organik cair urin kelinci Plus bermanfaat juga untuk pertumbuhan tanaman, herbisida pra tumbuh dan sekaligus dapat mengendalikan serangan hama penyakit. Mengusir hama tikus, walang sangit dan serangga kecil pengganggu lainnya
Ngablak penghasil benih kentang berkualitas
Ngablak
penghasil benih kentang berkualitas
Produksi kentang hasil menggunakan
G-3 di Ngablak, 36,6 - 40 ton/ha. Selain produksinya tinggi, hasil produksinya
benar-benar sehat, bebas dari penyakit penting seperti NSK. Sehingga sangat
baik untuk benih atau bibit.
Kalau dikembangkan untuk kentang
konsumsi, produksinya bisa lebih tinggi dan kentangnya sehat. Sehingga akan
disenangi pasar, karena kentang yang sehat akan tahan lama dikirim jauh.
Bibit yang sehat, dengan kelas yang
masih berada pada distrata G-3 dan G-4, akan mampu menghasilkan produksi
kentang konsumsi lebih besar dibanding benih "asalan" yang selama ini
ditanam petani. Benih asalan adalah benih kentang turunan yang sudah
berkali-kali ditanam. Mungkin stratanya sudah lebih dari G-10 yang daya
produksinya hanya sekitar 15 ton/ha. Sementara benih yang dianjurkan ditanam
petani adalah strata G-4 yang memiliki daya produksi 60 ton/ha lebih
Di wilayah Ngablak kentang dikembangkan di hampir semua
desa, namun yang paling banyak diantaranya di desa Genikan, Desa Jogonayan,
desa Ngablak, desa Tejosari, desa Sumberejo dan Desa Madyogondo. Sedangkan desa
lainnya juga membudidayakan tapi tidak sebesar desa-desa tersebut.
Selain menanam kentang untuk
memproduksi bibit, masyarakat juga menanam kentang untuk konsumsi, sementara
ini hasil panen hanya dijual di pasar "Agropolitan Ngablak", yang
kemudian oleh pedagang baru didistribusikan ke daerah-daerah lain.sedanngkan
bibit kentang selain untuk mencukupi kebutuhan petani ngablak juga banyak dari
petani diluar daerah memesan bibit kentang dari Ngablak.
BROKOLI
ORGANIK NGABLAK
Pada prinsipnya budidaya sayuran
organik mudah dilaksanakan dan diterpakan oleh petani karena tidak memerlukan
persayaratan yang susah dilakukan, hanya pada prinsipnya tampa mengunakan bahan
kimia dan hanya menggunakan bahan-bahan yang organik dan ramah lingkungan.
adapun sarana produksi yang dibutuhkan untuk budidaya brokoli secara organik
untuk lahan seluas 1.000 m² membutuhkan :
- Kapur pertanian (Dolomit) : 40 kg
- Pupuk organik
:
1.000- 1.500 kg
- Mulsa
i :
1 roll (22 kg)
- Bibit brokoli
: 4.000 batang
- Pupuk cair organik
: 2 liter
(semprot + kocor)
- Bakteri trichoderma
: 1 kg
- Beauveria
: 1 kg
1. Persiapan Lahan
Sebelum lahan diolah lahan ditabur
kapur dolomit secara merata dan dibiarkan selama 1-2 hari. setelah itu
dilakukan pencangkulan dan dibuat bedengan dengan lebar 80 cm,
tinggi 10-15 cm dan jarak antar bedengan 70 cm.
Pemupukan awal dilakukan setelah
bedengan siap, pemupukan dilakukan dengan cara menebar merata di atas permukaan
bedengan secara merata, kemudian dikocor menggunakan pupuk organik dan bakteri
trikchoderma dengan dosis pupuk organik 30 cc/14 liter dan bakteri trichoderma
100 gr/14 liter air. Bedengan kemudian ditutup lagi dengan tanah kurang lebih 4
-5 cm. Setelah diratakan baru ditutup mulsa, selanjutnya didiamkan selama 3 - 5
hari. Pelubangan mulsa dilakukan dengan jarak 40 x 60 cm.
2. Penanaman
Bibit brokoli siap ditanam setelah
berumur 25 hari dengan ciri-ciri : tinggi bibit kurang lebih 10 cm dan sudah
tumbuh daun 4 - 5 helai. Penanaman dilakukan sampai leher akar tertutup
sempurna (sekitar 4 cm).
3. Perawatan
Pengocoran menggunakan pupuk cair
mulai umur 10 hst dan diulang setiap seminggu sekali. Penyemprotan pupuk cair
organik dilakukan 3 hari setelah dikocor dan diulang seminggu sekali.
Penyiangan dilakuan untuk menghilangkan gulma. Penyemprotan dengan pestisida
organik dilakukan jika tampak adanya serangan hama/penyakit. Pembumbunan
dilakukan untuk menguatkan batang pada umur 15 hst. Daun yang menguning
dibersihkan. Memasuki umur 50 hst akan tumbuh tunas-tunas liar yang harus
dilakukan pemipilan untuk menghilangkan tunas liar tersebut karena akan
mempengaruhi kualitas bunga.
4. Panen dan Pasca Panen
Pemanenan dilakukan pada umur 60
hari, dipilih bunga yang sudah memenuhi syarat, kira-kira mencapai berat
250-300 gr/batang. Pemotongan dilakukan pada tangkai bunga kurang lebih 5 - 7
cm atau sekitar 3 daun. Selanjutnya brokoli dikemas di dalam keranjang sayur
dengan posisi tegak lurus dan bunga dilindungi daunnya.
5. Pemasaran
Brokoli Organik Ngablak mudah
dijumpai di Sub Terminal Agribisnis Ngablak yang merupakan satu-satunya pusat
jual beli segala macam sayuran lokal. Harga brokoli organik Ngablak berkisar
antara Rp 4.000 - Rp 9.000. Namun demikian, brokoli organik Ngablak ini bisa
juga dibeli langsung dari petani atau melalui
Gapoktan-gapoktan yang ada di Kecamatan Ngablak, khususnya Desa Jogoyasan,
Jogonayan dan Ngablak.
Subscribe to:
Posts (Atom)




